Apa yg anda bayangkan tatkala mendengar kata sampah? bisa jadi yg terbesit di fikiran anda yaitu perasaan jijik, jorok, kotor & jg bau. Apalagi, bila kata sampah dijadikan nama suatu makanan? jelas Aneh bukan. Namun, perihal tersebut berlangsung di Kota Malang.

Jika anda melintas di Jalan Jendral Brigadir Katamso, Kota Malang, tepatnya di dekat perempatan lampu merah arah ke area Kasin, hendak menatap suatu kedai sederhana dipinggir jalan dgn nama yg bisa jadi tak nikmat didengar buat nama suatu kedai makan. Yakni, “Warung Sego Resek”.

“Sego Resek” bila diartikan kedalam bahasa Indonesia mempunyai makna nasi sampah. rujukan oleh sang pemilik, Tukiman (60), nama Sego resek ini diambil dr tempat awal, kepada thn 1959, sang orang uzur Tukiman berjualan nasi.

“Dulu tempat jualannya tersebut dekat dgn pembuangan sampah,” cerita Tukiman, pada saat dijumpai di warungnya, sembari meracik hidangan “Sego Resek” buat para pelanggannya yg telah nampak ramai.

Menurut Tukiman, nama “Sego Resek” jg diambil sebab tidak sedikit konsumen yg menyebut bila nasi buatannya sebagaimana sampah sebab porsinya yg lumayan tidak sedikit & komposisinya beraneka ragam. “Kok campur-campur koyok sampah?” cetusnya, menirukan perkataan para pelanggannya pada saat menatap menu nasi yg disajikan.

Cita rasa “Sego Resek” pula terbilang khas. sistem memasaknya msh menggunakan kompor berbahan arang. Alat yg dipakai buat memasak pula lumayan wah. Yakni, dgn kuali berdiameter kurang lebih 1meter & pengaduk berukuran besar. seluruh bahan dicampur & diolah jadi “Sego Resek”.

Meski memakai nama yg tak nikmat didengar, tidak sedikit konsumen yg menuturkan rasanya lumayan nikmat & khas dgn harga bisa dijangkau. perihal tersebut yg jadi azimat para tamu. perihal tersebut diakui Utami (50). Menurutnya, keluarganya telah langgaran makan di kedai tersebut.

“Ini telah jadi varian pilihan terbaik keluarga kami. Keluarga suka sekali menu nasi di kedai ini. Rasanya khas & enak. amat sederhana & ekonomis meriah,” akunya.

Hal yg setara diakui konsumen yang lain. Haidir Fitra Afied (23) yg benar-benar telah kerap sekali datang ke kedai “Sego Resek”, bersama teman-temannya. “Selain enak, rasanya jg khas harganya jgmurah,” kata laki-laki yg sekarang msh duduk dibangku kuliah Fakultas Ekonomi, perguruan tinggi Muhammadiyah Malang (UMM) itu.

Cukup dgn kisaran harga Rp 8 ribu sampai Rp 11 ribu, telah dapat menikmati sensasi di kedai “Sego Resek”. kedai tersebut mulai buka kepada pukul 1730. WIB sampai pukul 2200. WIB. tapi tidak jarangkedai ini tutup lebih awal sebab telah ludes berhasil dijual.